10 Penyebab kematian tertinggi di dunia

Overview

Menurut research yang dilakukan oleh WHO ( World Health Organization ) ada lebih dari 56,7 juta kematian pada tahun 2016. Ketika kita memikirkan “penyakit paling mematikan”, kita mungkin cenderung membayangkan penyakit dengan gejala visual yang parah yang menjadi berita utama karena penyebarannya yang cepat dan nyawa yang hilang.

Sebaliknya, banyak penyakit yang memiliki karakteristik tersebut tidak membunuh sebanyak yang kita yakini, bahkan tidak termasuk dalam 10 besar penyebab kematian di seluruh dunia.

1. Penyakit Jantung Iskemik / Penyakit Jantung Koroner.

Penyakit paling mematikan bagi manusia modern saat ini adalah penyakit arteri koroner, yang juga dikenal dengan penyakit jantung iskemik.
Ketika pembuluh darah seseorang menyempit karena kerusakan, mereka berisiko tinggi terkena penyakit jantung.
Untungnya, karena kemajuan ilmu pengetahuan, perawatan medis dan pendidikan, angka kematian akibat penyakit arteri koroner telah menurun, meski tetap menjadi pembunuh nomor satu.

2. Stroke.

Ada dua penyebab utama stroke: arteri yang tersumbat (stroke iskemik) atau pembuluh darah yang bocor atau pecah (stroke hemoragik).
Beberapa orang mungkin hanya mengalami gangguan sementara aliran darah ke otak, yang dikenal sebagai serangan iskemik transien (TIA), yang tidak menyebabkan gejala yang bertahan lama.
Stroke adalah keadaan darurat medis, dan perawatan yang tepat sangat penting. Tindakan dini dapat mengurangi kerusakan otak dan komplikasi lainnya.

3. Penyakit Paru Obstruktif Kronis.

Atau Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) adalah sebutan untuk sekelompok kondisi paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas.
Itu termasuk:

• emfisema – kerusakan kantung udara di paru-paru
• bronkitis kronis – peradangan saluran udara jangka panjang
COPD adalah kondisi umum yang terutama menyerang orang dewasa paruh baya atau lebih tua yang merokok. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memilikinya.

Masalah pernapasan cenderung memburuk secara bertahap dari waktu ke waktu dan dapat membatasi aktivitas normal Anda, meskipun pengobatan dapat membantu menjaga kondisi tetap terkendali.

4. Infeksi saluran pernapasan bagian bawah.

Infeksi saluran pernafasan bawah / Lower respiratory tract infection (LRTI) adalah istilah yang sering digunakan sebagai sinonim untuk pneumonia tetapi juga dapat diterapkan pada jenis infeksi lain termasuk abses paru dan bronkitis akut. Gejala berupa sesak napas, lemas, demam, batuk, dan kelelahan.

5. Penyakit Alzheimer dan Demensia lainnya.

Alzheimer adalah penyakit progresif yang menghancurkan memori dan fungsi mental penting lainnya.
Koneksi sel otak dan sel itu sendiri merosot dan mati, akhirnya menghancurkan memori dan fungsi mental penting lainnya.
Kehilangan memori dan kebingungan adalah gejala utama.
Tidak ada obat untuk menyembuhkan, tetapi pengobatan dan strategi manajemen dapat memperbaiki gejala untuk sementara.

6. Trakea, Bronkus dan Kanker paru-paru

Kanker paru-paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia.
Kanker paru-paru biasanya tidak menimbulkan tanda dan gejala pada tahap paling awal. Tanda dan gejala kanker paru-paru biasanya muncul saat penyakitnya sudah lanjut.
Tanda dan gejala kanker paru-paru mungkin termasuk:

• Batuk baru yang tidak kunjung sembuh
• Batuk darah, meski jumlahnya sedikit
• Sesak napas
• Nyeri dada
• Suara serak
• Menurunkan berat badan tanpa berusaha
• Sakit tulang
• Sakit kepala

7. Diabetes Mellitus.

Diabetes mellitus adalah penyakit yang mencegah tubuh Anda menggunakan energi dari makanan yang Anda makan dengan benar.
Diabetes terjadi dalam salah satu situasi berikut:

Pankreas (organ di belakang perut Anda) menghasilkan sedikit insulin atau tidak ada insulin sama sekali. Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh sel beta pankreas, yang membantu tubuh menggunakan gula untuk energi.
-Atau-

Pankreas membuat insulin, tetapi insulin yang dibuat tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini disebut resistensi insulin.

8. Kecelakaan Jalan.

Setiap tahun kehidupan sekitar 1,35 juta jiwa yang hilang akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Antara 20 dan 50 juta lebih orang menderita cedera non-fatal, dengan banyak di antaranya menjadi cacat akibat cedera mereka.

Kecelakaan lalu lintas jalan menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi individu, keluarga mereka, dan bangsa secara keseluruhan. Kerugian ini timbul dari biaya perawatan serta hilangnya produktivitas bagi mereka yang tewas atau cacat karena cedera, dan bagi anggota keluarga yang perlu mengambil cuti kerja atau sekolah untuk merawat yang terluka. Kecelakaan lalu lintas jalan merugikan sebagian besar negara sebesar 3% dari produk domestik bruto mereka.

9. Penyakit Diare.

Diare berupa tinja encer, encer (buang air besar). Anda mengalami diare jika buang air besar tiga kali atau lebih dalam satu hari. Diare akut adalah diare yang berlangsung dalam waktu singkat. ini adalah permasalahan yang biasa. Biasanya berlangsung sekitar satu atau dua hari, tetapi bisa lebih lama. Kemudian itu hilang dengan sendirinya.

Diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari mungkin merupakan tanda masalah yang lebih serius. Diare kronis – diare yang berlangsung setidaknya empat minggu – bisa menjadi gejala penyakit kronis. Gejala diare kronis mungkin berlanjut, atau bisa datang dan pergi.

10. Penyakit Tuberculosis (TB).

Penyakit bakteri menular yang berpotensi serius yang terutama menyerang paru-paru.
Bakteri penyebab TBC menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Kebanyakan orang yang terinfeksi bakteri penyebab tuberkulosis tidak menunjukkan gejala. Gejala yang muncul biasanya berupa batuk (terkadang diwarnai dengan darah), penurunan berat badan, keringat malam, dan demam.
Perawatan tidak selalu diperlukan bagi mereka yang tidak memiliki gejala. Pasien dengan gejala aktif akan membutuhkan pengobatan jangka panjang yang melibatkan banyak antibiotik.

Pendekatan yang baik untuk menurunkan risiko Anda dari salah satu kondisi ini adalah dengan menjalani gaya hidup sehat dengan nutrisi dan olahraga yang baik. Menghindari merokok dan minum dalam jumlah sedang juga dapat membantu. Untuk infeksi bakteri atau virus, mencuci tangan yang benar dapat membantu mencegah atau mengurangi risiko Anda.

Kami mengupayakan akurasi dan keadilan, jika Anda melihat sesuatu yang tidak benar, Hubungi Kami

23 Comments

  1. Riris Gultom on September 9, 2020 at 4:49 am

    Waw..terimakasih sdh mengingatkan sy ttg penyakit2 ini..benar sekali..

    • elnenggo on September 10, 2020 at 1:03 am

      🙂

  2. Elisabeth silalahi on September 9, 2020 at 9:20 am

    Trimakasih sudah memberi info yang sangat bermanfaat 👍👍

  3. Rahmat on September 9, 2020 at 9:59 am

    Jaga pola makan dan olahraga bisa menjaga tubuh tetap sehat, tks atas info nya… Semoga kita tetap dalam lindungan TYME.

  4. Samria gultom on September 9, 2020 at 10:05 am

    Terimakasih atas infonya..mudah²an kt semua terhindar dr penyakit itu semua..

  5. Almeryna on September 9, 2020 at 10:12 am

    Semangat meng Edukasi.
    Terima kasih..

  6. Rulr Sinaga on September 9, 2020 at 10:23 am

    Terimakasih infonya sangat bermanfaat

  7. Dewi yulita tarigan on September 9, 2020 at 10:24 am

    Terima kasih banyak atas info yg sangat bermanfaat buat kesehatan

  8. Suryani.M.F. Situmeang on September 9, 2020 at 10:56 am

    Bagus sekali, terimakasih atas info nya👍

  9. Isnaini on September 9, 2020 at 11:00 am

    Info bermanfaat. Terima kasih Saya jg berpotensi terkena ini,..
    Semoga Tuhan YME memberikan kesehatan dan berkah hidup buat kita. Jaya utk penulis🙏

    • Riris Gultom on September 9, 2020 at 3:47 pm

      Ternya kecelakaan lalulintas jg masuk dlm daftar fakta kematian tertinggi didunia.

  10. Serinda mas odery on September 9, 2020 at 11:01 am

    Trmksh dgn informasinya ya membuat kita jd lebih berjaga diri lg buat kesehatan

  11. Chitra on September 9, 2020 at 11:06 am

    Terimakasih atas infonya, sangat bermanfaat🙂

  12. Mutiara Rosinta Gultom on September 9, 2020 at 11:06 am

    Informasi nya sangat bagus 🙏

  13. Nalia on September 9, 2020 at 11:16 am

    Keren,, baca nya gak ngebosenin simple juga, mudah untuk di ingat tanpa harus membaca teori yang panjang,
    #suksesterusbuatpenulis

  14. Sonoib on September 9, 2020 at 11:19 am

    Luar biasa…Sangat bermanfaat untuk mengingatkan kita agar selalu berhati2 dan berdoa.
    Terima kasih…ijin dishare ya

  15. Ratnawati on September 9, 2020 at 11:28 am

    Makasih tlh memberi tahu kan informasi yg bagus .

  16. Lina Sarah 66 on September 9, 2020 at 11:30 am

    Informasi yg membuat sy mengerti akan penyakit yg berbahaya, sangat bermanfaat sekali buat sy buat keluarga sy, dan.dibantu dgn doa semoga kita bisa hidup sehat Aminm

  17. Ratnawati on September 9, 2020 at 11:40 am

    Terimakasih telah memberikan informasi yg bagus kpd kami.

  18. Suryani.M.F. Situmeang on September 9, 2020 at 11:46 am

    Terimakasih infonya sudah mengingatkan kembali.

    • mella on September 9, 2020 at 1:01 pm

      mantap jiwa..mksh infonya sangat bermanfaat …kita tunggu info2 yg lain💪💪💪👍👍👍

  19. mella on September 9, 2020 at 1:05 pm

    mksh infonya sangat bermanfaat kali..kita tunggu info2 yg lain y ..mantap jiwa

  20. Ruaida on September 9, 2020 at 5:03 pm

    Terimakasih , info sangat bermanfaat buat saya 🙏

Beri Saran / Komentar